Cerita Sex Carpe Diem – Part 10

Cerita Sex Carpe Diem – Part 10by on.Cerita Sex Carpe Diem – Part 10Carpe Diem – Part 10 —EPISODE 10— …epilog, bagian satu… 08.00am the next day kulihat seorang wanita dengan rambut coklat agak pirang tampak berjalan di selasar rs. masih memakai jas putih, rambut sebahu berkibar kibar, wanita itu segera mempercepat jalannya ke arahku. rok selutut warna hitam itu bergoyang goyang tampak kontras dengan kulitnya yang putih […]

tumblr_nnfa1oKT7A1sayvtro7_400 tumblr_nnqjr4Ou371tp7wv0o8_540 tumblr_nnqjr4Ou371tp7wv0o9_540Carpe Diem – Part 10

—EPISODE 10—
…epilog, bagian satu…

08.00am the next day

kulihat seorang wanita dengan rambut coklat agak pirang tampak berjalan di selasar rs. masih memakai jas putih, rambut sebahu berkibar kibar, wanita itu segera mempercepat jalannya ke arahku. rok selutut warna hitam itu bergoyang goyang tampak kontras dengan kulitnya yang putih terang.

” selesai liz?”tanyaku
“yup…yuk…”jawab lisa sambil mengunjukkan tangan untuk digandeng.
kita berdua berjalan ke parkiran mobil, menuju freed ku.
yap, hari hari tegang bule semampai itu sudah usai. wajahnya kembali ceria.
semalam, akhirnya lisa menangis lega di paradise, ketika aku pulang membawa cerita mengenai kejadian di rumah rommy. bahkan mbak nina yang tadinya hanya mendengarkan, jadi ikut ikutan terbawa suasana.

hari ini, lisa berniat untuk pulang ke beach house. mazda rx8 milik lisa sengaja ditinggal di paradise demi mengantisipasi kejadian kejadian tak terduga dari rommy maupun ayahnya. akupun sudah mengontak supri kembali untuk membantu jika ada informasi gerakan dari pejabat edan itu. tapi nampaknya, berkat kartu nama supri yg kuperlihatkan ke ayah rommy itu, mereka perlu berpikir puluhan kali untuk bertindak nekat.

setelah aku antar lisa pulang ke beach house dan sedikit berbasa basi dengan mamanya, aku segera kembali ke paradise.

02.30pm
tv satelit baru saja selesai memutar film bad boys, entah yang keberapa kali aku nonton film ini.
tersengar suara mendengung, mbak nina sedang membersihkan karpet dengan vacum cleaner di kamarku. tak lama, wanita turunan arab itu keluar, membersihkan meja tv dan coffe table di depanku. majalah majalah ditatanya.
sore itu, mbak nina memakai daster kuning dengan belahan dada rendah.
bra merah dipakai menutupi kesekalan payudaranya. rambut panjang mbak nina dibiarkan lepas menutupi pundak mulus itu. beberapa kelompok rambut jatuh persis di depan dadanya.
tanpa sadar, mbak nina membungkuk membersihkan majalah majalah di bawah meja di depanku. tentu saja bulatan payudara itu terlihat jelas menggantung ditopang bra berenda itu.

“gede mbak…”kataku
“hmm?”kata mbak nina sambil menyibakkan rambutnya yang jatuh ke depan dengan posisi membungkuk. mbak nina masih belum sadar kalau aku memandangi isi daster itu.
“itu…gede bener ya…hihi…..”senyum mesum muncul di wajahku.
mbak nina mendongak melihatku…lalu mencibirkan lidahnya.

aku bangkit berdiri, mbak nina masih serius bersih bersih. kuberjalan mendekati tv, di belakang mbak nina. awalnya aku ingin mengecas tabletku di dekat tv. mbak nina yang membungkuk, tentu saja membuat pantatnya sedikit menungging.

….plak….iseng aku pukul pelan pantat itu.
“eeehhhh…iseng banget sih mas andi ini…”katanya
aku segera membungkuk di belakang belahan pantar wanita arab itu.
kupegang kedua pahanya, dia segera menegakkan badamnya kaget.
“maaassss….aku selesein dulu yaaa…sabaarr….”kata mbak nina.

aku tak peduli, celanaku mulai sesak disuguhi kemolekan tubuh itu. aku segera berdiri di belakang mbak nina yang kembali menata meja itu dengan berjongkok.
“ini sekalian dibersihin mbak…”kataku pelan

mbak nina menengok, dilihatnya batang penisku sudah terjulur keluar dari celana pendek yang kupakai.
“mas andi nakaaalll…..”protesnya.
“hihi…”kupukul pukulkan penisku yang baru setengah tiang ke pipi mbak nina.
…pluk..pluk….
“ssshhhh…sinih….slllrrrpppp…ssllllrrrpppppp. ….”segera penisku ditelan bibir tipis itu. tampak lesung pipitnya sekilas menggoda.
didiamkan di dalam mulut seksi itu, lidahnya menggerayangi sekeliling batangnya. tak sampai lama, penisku mengeras, membuat mbak nina sedikit kewalahan menahannya di dalam mulut.

“aaahhhsssss…..enak mbaaakkk…..”desahku tak kuasa keluar. mata mbak nina melirik wajahku ke atas. melihatku ke enakan, mbak nina mencoba memaksakan batangku semakin dalam..”oouuushhhhh……….”aku mendesah lagi.

..uhuk…uhuk…uhuk….mbak nina tersedak.
kuangkat kepala mbak nina, membuatnya berdiri di depanku.
…..mmmhhhhh…kucium bibir itu dengan ganas…mbak nina membalas dengan nafas terengah engah….
kutelusuri badan mbak nina dengan tanganku. kutarik pelan daster kuning itu dari belakang. terasa kain tipis membungkus pantatnya yg kencang.
kutelisipkan tanganku diantara celana dalam itu, kuremas perlahan sedikit mengangkat.
…sshhhhhh…mbak nina mendesah…tangan mungilnya segera meraih penisku yang menganggur. diremasnya pelan.
kudorong mbak nina ke sofa, kubalik badannya sehingga tangannya menumpu sandaran sofa, kakinya kuletakkan hingga pantatnya menungging.

kutaril ke samping celana dalam itu tanpa melepasnya, lalu….serta merta kutusukkan ujung penisku ke lubang lembab itu dari belakang.
mbak nina yang tak menyangka, sedikit terpekik….”oooouuuuhhhsssshhhhh…..”
kumasukkan sebatas kepala penisku, kutarik keluar, lalu kuulangi lagi…mbak nina menggeliat geliat. wanita ini memang sangat mudah ternaikkan birahinya.
hingga beberapa gerakan lagi, lalu kutusuk dalam dalam penisku ke dalam liang sempit itu.
“…..oooouuuuiisssshhhhhhh…maaassss….pela n pelaaannnn….ssshhhhh”kata mbak nina sambil mencoba mengatur nafas.
tapi sore itu, entah kenapa aku memang sangat bernafsu sekali. tak kuindahkan keinginan mbak nina. langsung kupompa cepat dan dalam dalam penisku.

“oouuushhhh..,hesshhh….yaa…sshhhh……aaahhhs sss…..”mbak nina mendongak tak percaya.
kupompa terus sampai mbak nina tak lagi mampu bersuara, hanya mulutnya menganga menahan klimaks yang datang dengan cepat.
nafas mbak nina seakan akan tertahan, badannya kaku menegang.
kaki nya yang menjadi tumpuan bergtar getar, hingga akhirnya melemas.

kepala mbak nina melemas di bantalan sandaran sofa hijau itu. aku masih pelan pelan menggerakkan penisku maju mundur. daster kunig itu segera kurenggut terlepas melewati kepalanya. bra merah masih terpasang rapi.
kulepaskan penisku. mbak nina langsung ambrug di sofa itu.

matanya masih terpejam, perutnya yang rata masih beberapa kali mengejang. aku duduk di sofa, kudekatkan penisku kembali ke bibir tembem vagina itu.
kali ini, pelan pelan kudorong masuk.

“ssshhj,.,…maassss……sshhh….enaakkk…shhhh hh….”mbak nina mengerang.
kudorong pelan sampai mentok, kutarik sedikit, kudorong lagi sampai mentok.

……..krrriiiiiiiiiiingggggg……..krriiiiiingg g……telepon di dekat sofa berbunyi. kuangkat segera, terdengar suara wanita. ‘hmmm..lisa?”tanyaku.
‘yess…honnn…nina there? put her on…i had somethin to say…’kata lisa dari ujun telepon.
kuserahkan handset wireless itu ke kuping mbak nina, dijawab lirih, “ya liss….”

aku tak mau kehilangan kesempatan lagi…sementra mbak nina sedang menelepon lisa, kudorong lagi penisku ke rahim sempit itu.

‘yess..lisss….ouuusshhhhh……aaahhhhsss……” tampak mbak nina tak begitu perhatian dengan gagang telepon itu. “sorry lizz…sshhhh….im cumming agaaiiiiiiiiinnn…sssshhhhhhhj…aaahhhhsssss…. …”
meski lebih pelan, namun orgasme mbak nina tampak sangat kuat.
..ouuuussshhhhh….lizzz…ssshhhhh……..ssshhhh h……..mbak nina ternyata masih menempelkan telinganya di gagang telepon itu.

kulepas penisku yang berkilat kilat, kudorong tubuh mbak nina hingga menungging lagi di sofa itu.
kedua tangan mbak nina tampak berusaha keras menahan gagang relepon itu dari teliganya supaya tidak jatuh.
secepat mungkin, kutusukkan lagi penisku dari belakang.
kupompa secepat dan sekeras mungkin. mbak nina yang belum habis sisa orgasme kedua tadi, langsung melolong….
“auuuuuuuuuuuhhhhhhh….aaaahhhh…ah…ahh..ah… ah…ah…ahh..ah…ahh..ah,.,ahh….”sampai badan montok iu terguncang guncang.
“lizz….yes…ah..,ah,.,ah….ah,…he fuck mee..ah..aah..ah…ah….hard liss….haaarddd,….aaaasshhhhhhhh….aaauuuuhhhh hh…..”mbak nina lagi lagi menganga tak bersuara. hampir bersamaan dengan datangnya gelombang semprotan spermaku ditempat terdalam liang kenikmatan itu.

tubuh mbak nina lagi lagi melorot lemas di sofa, dengan mata terpejam. telepon yang tadi digengamnya terjatuh di sebelahnya.

aku ambil telepon itu,”liss…?”
“ousshhhhh……….annnn…aaannnn….ssshhh..,.. ..im alsoo cumminggg……ssshhhh……”terdengar suara lisa dari lubang telepon itu.
…tut…tut….tut…tut…sambugan telepon terputus.

sepuluh detik kemudian telepon itu kembalj berbunyi…
“hello ann…?….”
“liss….are you touching yourself?….tanyaku.
“hihi…yes ann…you two sounds so hot…cant help it…”kata lisa pelan.

mbak nina yang mendengar pertanyaanku ke lisa sedikit terkikik
lisa menutup telepon itu.

kupeluk tubuh mbak nina yang baru kusadari masih memakai daleman lengkap. “eehhh…tadi belum mainin ini ya..”kataku sambil meremas dada montok itu.
“ooouuuhhh….nooooo….tar lagiii…sekarang nina capek maaaassss….mas andi sih minta gak bilang bilang, langsung tancep aja, mana aku sampai gelap tadi bentar…”jelas mbak nina
“tapi enak kaaannn….”godaku..

….brug..,kali ini bukan bantal…tapi mbak nina menubrukku manja.

sekitar sepuluh menit kemudian, lisa kembali menelepon. baru saja teringat sebab lisa menelepon pertama kali tadi.

-to be continued-

Author: 

Related Posts

Comments are closed.