Cerita Sex Janjiku Kepada Ira – Part 6

Cerita Sex Janjiku Kepada Ira – Part 6by on.Cerita Sex Janjiku Kepada Ira – Part 6Janjiku Kepada Ira – Part 6 Camping itu terjadi sekitar 1 minggu yang lalu dan kini liburan telah usai Kegiatan KBM kembali dimulai, namun belum efektif. Maka kami semua sering pulang lebih awal. Aku dan Ira jadian beberapa hari setelah pulang dari camping. Dan tepat hari ini, Ira berulang tahun yang ke-18. Ia setahun lebih […]

multixnxx-Brown hair, Asian, Dog collar, Stockings, -12 multixnxx-Brown hair, Asian, Dog collar, Stockings, -13 multixnxx-Brown hair, Asian, Dog collar, Stockings, -14Janjiku Kepada Ira – Part 6

Camping itu terjadi sekitar 1 minggu yang lalu dan kini liburan telah usai
Kegiatan KBM kembali dimulai, namun belum efektif. Maka kami semua sering pulang lebih awal.

Aku dan Ira jadian beberapa hari setelah pulang dari camping. Dan tepat hari ini, Ira berulang tahun yang ke-18. Ia setahun lebih tua dariku, tapi itu tak menjadi masalah buat kami.

Kotaku sedang dilanda hujan yang sangat lebat, disertai angin kencang.
Padahal aku sudah bersusah payah menabung selama beberapa minggu untuk membelikan kado buat Ira, juga sudah kusiapkan bunga mawar untuknya.

Sialan! umpatku di parkiran motor sekolah

Kenapa? tanya Rangga

Ujanaku mau kerumahnya Ira malah ujan gini! Damn!

Loh? Ngapain kamu kerumahnya? Ini belom juga malem minggu

Dia hari ini ulang tahun

Oohh jawabnya singkat

Aku benar-benar tidak sabar menunggu hujan untuk mereda. Segera saja kuambil kunci motor dari dalam saku celana OSIS ku dan aku berlari menembus hujan deras ke arah motorku yang memang kebetulan diparkir di tempat yang tidak memiliki kanopi diiringi tatapan mata teman-teman seangkatan dan adik kelas. Mungkin mereka pikir aku sudah gila, nekat pulang dalam cuaca seperti ini. Tapi aku tidak peduli.

Kunyalakan mesin motorku, untungnya motorku seperti mengerti keadaan, hanya dengan sekali memencet tombol starter, motorku langsung meraung gembira. Aku memacu motorku keluar areal parkir, kemudian kutancap gas menuju rumah. Beberapa kali aku hampir kehilangan nyawa ditengah cuaca seperti itu.

Akhirnya aku sampai dirumah dalam keadaan basah kuyup. Kuparkir motorku di halaman dan aku langsung menghambur kedalam rumah. Papa dan Mama ku hanya geleng-geleng kepala.

Ckckck! Lho kok hujan-hujanan? tanya Ibuku

Laaahnggak keburu Ma. Mau nunggu sampe ujan reda kelamaan! jawabku setengah berteriak karena bersaing dengan suara hujan

Kok buru-buru?

IyaaIra ulang tahun Ma. Aku mau kerumahnya. jawabku sambil berganti pakaian.

Jangan ngawur kamu. Kalau cuacanya seperti ini, Papa nggak kasih izin! kata Ayahku tegas

Aku tidak peduli. Kujejalkan boneka panda dan sebuket bunga mawar kedalam ranselku.
Mungkin melihat niatku, Ayah agak melunak, tidak seperti biasanya.

Jangan ngebut-ngebut, jalanan licin. Ira juga pasti ngerti kok kata Ayah

Aku hanya tersenyum. Aku setengah berlari kearah motorku. Sebelum kunyalakan mesin, aku meraih handphone-ku dan mengirim SMS untuk Ira untuk memastikan apakah ia ada dirumah atau tidak.

Syng, kmu drmh g?

Beberapa detik kemudian ada SMS balasan masuk.

Iy. Knp? Ujannya gde banget y?

Tak kubalas SMS nya karena aku langsung menaiki motorku dan menerobos hujan.
Angin sangat kencang, sempat kulihat beberapa pohon besar tumbang. Aku jadi merasa ngeri. Namun, aku tidak bisa mundur, maka kupacu motorku secepat yang aku bisa.

Dasar sial, aku lupa memakai jas hujan. Maka ketika aku sampai di rumah Ira, aku dalam keadaan basah kuyup (lagi). Begitu aku menurunkan standard motor, kulihat ada seseorang memakai payung dari dalam rumah menghampiriku. Setelah kuperhatikan, ternyata Ira menjemputku dan membukakan gerbang.

Kok kamu bisa keluar pas aku sampe sih? aku bertanya kebingungan

Heheheseorang Arif yang nggak mbales SMS seorang Ira pasti kalo nggak lagi sibuk, ya lagi nyetir motor. Aku cuma nebak aja kamu kesini, jadi aku duduk di ruang tamu sambil ngeliatin gerbang. Hehehe Ira terkekeh bangga

Haaah??? aku hanya mampu melongo mengagumi kemampuan analisisnya.

Ayo masuk! Ira menarik aku kebawah naungan payung yang dipakainya

Eeehh, sebentar!

Mungkin karena sudah terlalu bersemangat, aku segera membuka ransel dan mengeluarkan bunga mawar putih yang terbungkus rapi.

Inibuat kamu-

Kata-kataku terpotong ketika sebuah motor melaju dengan kecepatan tinggi sehingga genangan air bercampur lumpur terciprat kearahku. Posisiku sedang membelakangi jalan raya, sehingga punggungku dan sebagian bunga mawar untuk Ira menjadi penuh lumpur, tapi untung Ira tidak terkena cipratan karena terhalangi tubuhku.

Spontan aku berbalik dan berteriak

WOI! BANGSAT YAA!!! KEPARAT!!!

Aku begitu emosi. Aku berteriak sangat keras hingga orang-orang disekitarku menoleh dan memperhatikanku. Namun pengendara motor tadi telah hilang dari pandangan. Lalu aku merasakan sesuatu yang hangat menempel di bibirku, aku menoleh. Ternyata Ira tengah menempelkan jari telunjuknya dibibirku.

Sssssttt. Nggak boleh ngomong kayak gitu. ujarnya sambil tersenyum

Ia meraih daguku kemudian mencium bibirku didepan banyak orang. Aku sangat kaget.

Hei Ra! Kamu ngapain?! tanyaku setengah berbisik

Heheheudah yuk, ayo masuk! ia tersenyum lalu menggandeng tanganku.

Bunga mawar itu kubuang ke tong sampah tanpa sepengetahuannya, dan kami berdua pun masuk rumah, disaksikan oleh motorku yang menggigil kedinginan di halaman tempat aku memarkirnya.

Ira mengajakku masuk kamarnya. Sepertinya benar-benar sepi, tidak ada orang lain.
Aku duduk ditepian kasur sambil menyisir rambutku dengan tangan dan menatap sekeliling.

Aduh. Sampe basah kuyup gitu. Nih handuk! ujarnya sambil mengulurkan selembar handuk

He eh. Makasih. Apa nggak ada orang? tanyaku sambil mengelap rambutku yang basah.

Nggak. Lagi ditoko, kayaknya ada yang rusak gara-gara ujan. dibibirnya tersungging senyuman aneh

Ira berjalan kearah lemari, ia membukanya lalu mengambil sepotong kaos yang kelihatannya kebesaran serta sepotong celana .

Nih bajunya, sori ya kalo ga cocok, punya kakakku tuh katanya sambil mengulurkan pakaian yang kemudian kuterima.

Aku segera mengaduk-aduk tas ranselku. Boneka panda yang kubeli kukeluarkan dengan hati-hati. Aku tersenyum kemudian mengulurkannya pada Ira

Happy birthday ya Ira-ku sayaaangg

Wahmakasih ya Rif! Kamu baik banget! Ira menerima boneka itu dengan ceria kemudian langsung mendekapnya. Memang ukuran boneka itu cukup besar.

Aku tersenyum. Tetapi kemudian tanganku bergetar hebat. Aku baru sadar kalau aku kedinginan, maka aku segera mengganti bajuku yang basah dengan kaos yang diberikan Ira. Namun tetap saja aku kedinginan.

D-d-d-ingin b-b-banget yaab-b-baru s-s-sadar! ujarku sambil menggigil

Oh iyaaku matiin AC nya yaa?

Ngnggak u-u-usah.

Lho?

Sini d-dong aku menepuk pahaku, menyuruhnya untuk duduk

Ira berjalan mendekat dan kemudian duduk dipangkuanku.
Aku memeluknya, rasanya hangat dan nyaman. Tanpa sengaja, tanganku menyenggol bagian bawah buah dadanya. Spontan kutarik kembali tanganku. Ira menoleh kearahku dan menatapku, lama sekali. Aku tertegun.

Tiba-tiba saja dia mengecup bibirku. Tanganku diraihnya.

Masih dingin?

M-m-masih

Ira memegang kedua pergelangan tanganku kemudian menuntun tanganku masuk kebalik kaos ketatnya yang berwarna pink. Ternyata dia tidak memakai bra, aku cukup kaget.

Uhtanganmu dingin banget Rif ucapnya pelan ketika telapak tanganku menyentuh perutnya yang langsing.

Dengan cepat dia meletakkan kedua tanganku di dadanya. Kedua telapak tanganku penuh oleh payudaranya yang kenyal dan hangat yang kemudian kuremas-remas, aku berusaha mencari kehangatan dari gesekan telapak tanganku.

Aaawwhhhhhhhhhh Ira memejamkan kedua matanya

Oooohhenak entah kenapa aku jadi ikut-ikutan mendesah

Aww!! Dingin! ia menjerit kecil ketika jariku memilin-milin kedua putingnya

Memang Ira adalah cewek yang sangat mudah terangsang.
Kubalikkan tubuhnya, sekarang ia duduk dipangkuanku dan kami berhadap-hadapan. Kuangkat kaos pinknya dan kulepaskan. Kini ia telanjang didepanku. Nafasnya memburu.

Ji..jilatin Riffisephhhhhh desahnya sambil mendekatkan payudaranya ke mulutku

Aku heran, kenapa buah dadanya itu masih kencang berisi, bukannya longgar dan turun seperti kebanyakan cewek yang payudaranya sudah pernah diremas-remas.
Tapi satu hal yang kutahu, itu membuatku benar-benar bernafsu. Tanpa pikir panjang, kujilat dan kukulum putingnya yang kanan, sementara yang kiri kuremas-remas dengan lembut.

Oooohhh.hhhhhaaaahhhaaahhuuhh desahnya liar

Enak ga? tanyaku sambil terus menjilat

Matanya terpejam, kepalanya mendongak keatas dan ia hanya mengangguk.
Oh, suatu pemandangan yang benar-benar membuat adik ku marathon naik-turun.
Pelan-pelan kulepaskan celana ku beserta celana dalamku. Kini, tanpa ia sadari, penisku sudah berdiri tegak dihadapan vaginanya.

Ira yang masih kukerjai mendesah dengan hebat, melenguh dan nafasnya tersengal-sengal. Tanganku turun dan melepas hotpants yang dikenakanya, kemudian celana dalamnya yang juga berwarna pink. Kini ia telanjang bulat dipangkuanku.

Kutempelkan kepala adik ku ke bibir vaginanya dan kugesek-gesekkan. Ira hanya diam menikmati sambil menggigit bibir bawahnya, ia mengira aku menggunakan tangan dan tidak sadar bahwa yang kugesek-gesekkan adalah adik ku.

Lalu dengan satu hentakan yang kuat, kubenamkan adik ku dalam-dalam ke vaginanya.
Ira terbelalak kaget, tidak menyangka akan serangan tiba-tiba ini.

Aaaaarrrgghhhh!! P-pelan-pelan Rifsakit jeritnya

Upssoriudah kebakar nafsu nih
aku nyengir, namun aku merasa bersalah

Kurubah posisi sedemikian rupa sehingga Ira berada dibawahku.
Aku memperlambat genjotanku, kumasukkan adik ku dalam-dalam dengan pelan namun penuh tenaga, dan menariknya keluar agak cepat.

Naahgituaaaaahhhnn.aaahhh.mmmhhh..uaaaa ahh erangnya ketika penisku masuk dengan perlahan kedalam vaginanya.

Nafsu benar-benar sudah terbakar, aku semakin menggila karena mendengar suaranya yang kelelahan sekaligus penuh kenikmatan itu. Kupompa vaginanya dengan ganas. Beberapa menit yang panas berlalu…

Aaah!! Aaah!! Aaaahh!!! Ira mengerang, matanya mengrenyit dan tangannya menggapai-gapai

Uuuuhhhh..hhhRa, aku sayang sama kamu Rahhhhhh..

Akuaaggghh.jugaaaaahhaaaahsshhh.sayang ukh!!! kata-katanya terpotong ketika tubuhnya mengejang, tangannya mencengkeram sprei kasur dengan kuat. Sedetik kemudian ia terkulai lemas.

Udah keluar?

Ira tergeletak di kasur tak berdaya, matanya terpejam, dan ia hanya mengangguk menjawab pertanyaanku. Ia hanya diam saja dan membiarkan aku terus menggenjot vaginanya, sepertinya ia sudah benar-benar kelelahan, nafasnya pendek-pendek dan berat.

Melihat hal ini, kupanggil mundur adik ku dan menyudahi permainan. Ketika Ira menyadarinya, ia menatapku dengan penuh tanda tanya.

Kenapa berhenti Rif? Kenapa kamu nggak keluarin kayak biasanya? Apa aku nggak sanggup muasin kamu? suaranya bergetar

Bukan, sayang. Ini kan ulang tahunmu, jadi aku spesial muasin kamu doang jawabku sambil tersenyum

Awalnya Ira menatapku tidak percaya, namun lama kelamaan tersungging sebuah senyum di bibirnya.

Makasih banget ya Rif

Iyaapa sih yang nggak buat kamu? aku meraih pinggangnya dan kukecup lembut bibirnya.

Mulutku bisa berkata demikan, dan hatiku juga tidak menyimpang, tetapi adik ku protes besar-besaran karena nafsuku tidak terpenuhi. Kucoba abaikan nafsuku.

Aku sayang banget sama kamu ia menyandarkan kepalanya di dadaku

Aku juga sayang banget sama kamu kubelai rambutnya dan kupeluk sepenuh hati, rasanya benar-benar hangat. Aku bahagia.

Setelah selesai bermain, aku pun mengenakan kembali pakaianku yang rupanya sudah lumayan kering dan keluar diantar oleh Ira, tepat ketika keluarganya pulang. Ketika ditanya apakah aku sudah lama datang, kami berdua kompak menjawab bahwa aku datang barusan dan hanya menyerahkan kado lalu pulang. Untuk menghindari kecurigaan tentunya.

======BERSAMBUNG BESOK=======

Author: 

Related Posts

Comments are closed.